Meretas kebuntuan konflik Palestina
Sungguh tak terhitung berapa orang yang meregang nyawa di tanah ini, sebuah disharmoni kehidupan yang berjalan dalam skenario Ilahi. Entah dengan cara apa, bagaimana, kapan dan oleh siapa konflik anak cucu Adam ini segera berakhir.
Menapak tilas lahirnya konflik ini tentu kita harus membuat “back azimuth” kepada sejarah lahirnya pertikaian yg tak berujung ini. Terlalu panjang untuk di urai, terlalu banyak versi dan kontroversi untuk sebuah diskusi. Jika ingin digali awal mula sejarah konflik ini, sungguh sangat tak terjangkau oleh Brain Access Memory yg ada dlm otak ini, bermula (barangkali) dari sejarah bangsa Israil sendiri, yang diperkirakan sudah ada 2000 B.C.E (Before Common Era), sejarah ini berkembang dengan pendudukan bangsa Roma, Roma dan Binzantiom, Penaklukan Arab, Perang Salib hingga intervensi Napoleon Bonaparte ke wilayah mediterania ini.
Terlalu sederhana jika kita menilik konflik dari sudut pandang dua negara yang bertikai, karena konflik internal Hamas dan Fatah sendiri pun memberi andil dlm kelestarian pertikaian ini, belum lagi intervensi barat yang sengaja di hembuskan untuk mendulang keuntungan di tengah kemelut di timur tengah ini. Inspirasi kemenangan Hezbollah dalam pertempuran 34 hari, dengan peralatan artileri seadanya, juga ternyata menjadikan motivasi pejuang Hamas dan Fatah untuk membuktikan eksistensi dirinya.
Sampai kapan akan berakhir ? Tak akan jelas, atau bahkan tak akan pernah berakhir ? Atau pembaca bisa dengan arif memaknai dan bisa memberikan solusi ?
Di tunggu multi opini Anda.
Halas (Finish)




Hmmm sungguh ulasan yang singkat tapi cukup untuk bisa dimengerti., ada beberapa kosa kata baru yang saya yakin pasti didapat di tempat tugas
Mungkin hanya untuk menambahkan, bila dilihat dari sisi agama ,dhi Al Quran (mohon maaf bukan membawa-bawa agama)antara Palestina dan Israel memang sudah ditakdirkan untuk selalu berperang sepanjang masa, saya lupa dalam surat apa tetapi disimpulkan bahwa Israel itu adalah bangsa yang tidak pernah memiliki negara, sementara negara Palestina ada. Untuk menguatkan kedudukannya itulah maka Israel selalu berusaha merebut Palestina dengan segala daya kekuatannya. Begitu juga dalam Injil disebutkan bahwa Israel selalu menjajah kerajaan-kerajaan kecil yang berada di sekitar tempat mereka hidup, salah satunya ya Palestina itu. Hingga sampai sampai saat ini Israel selalu beranggapan bahwa Palestina adalah negara mereka yang harus direbut kembali.
Danke, kl bgtu g ush ada kita di sini ya
Krisna yang sedang gundah,
Di Indo, disetiap sudut masjid dan bahkan tempat ibadah lainnya juga merasakan kegemasan yang mungkin justru telah semakin sangat tidak realistis ketika berbicara tentang konflik ini. Jadi you are not the only one mate!
Hanya beberapa hal sepele dan jadi bahan lelucon yang mungkin tidak pantas diungkapkan menyikapi kejadian di daerah konflik ini. Ada yang bilang, lha koq cuma manusia biasa, lha wong nabi saja pada di buru dan dibunuhi oleh orang Israel; Lha koq manusia yang terbatas pengetahuannya, Tuhan saja sampai-sampai sudah melaknat umat ini.
Dalam suatu pengetahuan agama tentang tanda-tanda kedekatan hari akhir, Israel adalah salah satu tanda yang cukup signifikan untuk dicermati. Dikatakan bahwa suatu ketika seluruh umat di bumi, bahkan tanaman dan hewan yang hidup diatasnya akan memberitahukan tempat persembunyian orang-orang Israel kepada umat yang teraniaya olehnya untuk dibunuh, kecuali satu pohon yang dijadikan tempat berlindung baginya.
Harus bijak dan sabar. Tawakkal dalam menghadapi umat yang demikian. Tuhan tidak pernah tidur Kris.
Salam
PS. Terima kasih sarannya tentang blog saya.
Tx bang Ro’is, jd tambah wawasan nih bang,..
Saya setuju dengan b Risa. Israel itu adalah bangsa yang dikutuk Tuhan. Tuhan memberi mereka kecerdasan dan harta, akan tetapi memang ditakdirkan tidak memiliki tanah. Jadi menurut saya seberapapun kuatnya mereka berusaha tetap tidak akan bisa mendapatkannya, dan walaupun mereka dapat menduduki palestina, pasti juga tidak akan lama serta tidak tenang hidupnya.
Kalo ga ada konflik di timur tengah (lebanon n palestina/israel) ga mungkin ada bocah klampok di sana… met tugas mate, jaga diri dan harga diri.